Mengutarakan pengalaman
mengenai Rasa Tanggung Jawab :
1.
Terhadap diri sendiri
Waktu itu pagi di hari rabu menunjukkan pukul enam lewat 45 menit, saya
baru selesai mandi dan hendak berangkat ke sekolah. Dengan santainya saya masih
sempat sarapan sekitar 10 menit. Ibu saya telah menghimbau agar saya
cepat-cepat, karena sekolah masuk pukul 7 pagi. Saya pun berangkat pukul 6:50.
Benar saja, sesampainya didepan gerbang sekolah, gerbangnya sudah ditutup rapat
menyisakan siswa-siswi yang terlambat diluar gerbang termasuk saya. Setelah boleh
masuk saya dan yang lainnya ditahan terlebih dahulu didepan pos satpam untuk
ditanyai perihal keterlambatan ini.
Untuk mempertanggung-jawabkan kelalaian ini, saya dan yang lainnya membersihkan
lingkungan sekolah selama jam pelajaran pertama dan kedua, dan baru b okeh
masuk pada jam ke-3 dengan surat keterangan terlambat dan mendapat izin masuk
dari satpam dan guru piket.
2.
Terhadap Keluarga
Saya sempat meminjam sepeda adik saya dan menggunakannya keliling kampung,
akan tetapi akibat saya tidak berhati-hati saya menabrak pohon dan megabakibatkan
sepeda tersebut jadi rusak dan saya sendiri jadi cedera.
Bentuk tanggung jawab yang saya lakukan adalah beristirahat dirumah
selama seminggu dan setelah itu membawa sepeda tersebut ke bengkel untuk
diperbaiki, meskipun pake duit orang tua juga.
3.
Terhadap Masyarakat
Sampah daun saat musim kemarau biasanya sangat banyak berserakan. Karena
itu, saya sering meyapunya kemudian membakarnya. Tanpa saya sadari asap hasil
pembakaran tersebut sangat mengganggu tetangga sekitar.
Akhirnya bentuk tanggung jawab saya adalah dengan tidak lagi membakar
sampah tersebut, tetapi mengalihkannya dengan menjadikannya pupuk kompos untuk
tumbuhan.
4.
Terhadap Bangsa dan Negara
Nasu merupakan anggota DPR RI yang terpilih pada tahun 2014. Ia menghalalkan
segala cara untuk menjadi anggota DPR entah apa tujuannya. 2 tahun berselang
tepatnya pada tahun 2016, ia tertangkap tangan oleh operasi OTT KPK sedang
menerima uang suap diruangannya di kantor DPR.
Nasu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan dekaman bui
selama 5 tahun dan denda 20 miliyar rupiah.
5.
Terhadap Tuhan
Saat itu bulan Ramadhan entah tanggal berapa. Saya dan keluarga sedang
mudik pulang ke kampung halaman di Kuningan. Saking ramainya pemudik, jalur
biasa kita lewati yaitu pantura (saat itu belum ada Tol Cipali) dialihkan ke
sebuah hutan. Meskipun sudah dialihkan jalanan masih saja macet hingga berhenti
kurang lebih 2 jam. Waktu menunjukkan pukul 5 dan saya dan keluarga belum
melaksanakan sholat Dzuhur dan Asar (tadinya hendak jama takhir).
Bentuk tanggung jawab yang saya lakukan adalah dengan sholat ditengah
hutan jati yang entah kenapa hangus terbakar menyebabkan banyak abu. Kita solat
ditengah hutan beralaskan baju dan wudu nya tayammum menggunakan debu. Alhamdulillah
kita bias melaksanakan sholat dan puasa secara penuh.

Komentar
Posting Komentar