All About Graphic Design!
Proses dan Teknik Desain Grafis
Dalam dunia desain grafis untuk memaksimalkan hasil dari pembuatan suatu desain grafis, dibuat suatu proses dan teknik yang digambarkan secara umu dalam poin-poin berikut.
- Konsep
Poin pertama merupakan landasan untuk terciptanya desain grafis yang baik dan teratruktur. Konsep merupakan hasil pemikiran berupa tujuan-tujuan, kelayakan dan segmentasi. Konsep bisa berupa apa saja misalkan budaya, agama, jenis kelamin dan lain sebagainya yang hendak di terjemahkan ke dalam desain visual grafis.
- Media
Untuk mencapai kriteria ke sasaran / segment yang dituju, diperlukan studi kelayakan
media yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media berupa cetak, elektronik,
luar ruang.
- Ide
Untuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, literatur, wawasan yang luas,
diskusi, wawancara, dll agar design bisa efektif diterima audience dan membangkitkan
kesan tertentu yang sulit dilupakan. Kadang untuk mendapat ide, diperlukan suatu
ke’gila’an, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan membenturkan /
membuat suatu hal yang konflik / paradoks.
- Persiapan Data
Data berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilih dan seleksi. Apakah data itu
sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa ditampilkan lebih
kecil, samar atau dibuang sama sekali. Data bisa berupa data Informatif atau data Estetis.
Data informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data Estetis bisa berupa bingkai,
background, efek grafis garis atau bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data
4harus dalam formal digital / file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah
data analog ke digital seperti scanner, Camera Digital akan sangat membantu.
- Visualisasi
Pemilihan Warna .- Setelah data kita sortir dengan skala prioritas, kini Anda dapat menentukan warna
yang cocok untuk karya Anda. Pemilihan warna dapat ditentukan dari konsep analisa
dan strategi yang telah ditentukan sebelumnya. Jika konsep warna sudah Anda
dapatkan dari proses analisa dan strategi, tentu pekerjaan Anda akan lebih mudah dan
terarah.
Layout .- adalah usaha untuk menyusun, menata unsur – unsur grafis (teks dan gambar)
menjadi media komunikasi yang efektif. Jika data / unsur grafis dan warna yang akan
dipakai telah dipastikan sebelumnya, maka selanjutnya kita dapat melakukan proses
tata letak / layout.
Namun pekerjaan layout ini memerlukan kaidah-kaidah yang perlu diketahui seperti :
Proporsi, Keseimbangan, Irama, Kesatuan, Fokus dan Kontras. Kadang – kadang kita
sulit untuk memenuhi semua kaidah tersebut ke dalam desain. Lebih mudah jika kita
fokus pada salah satu kaidah tersebut dan kompromi dengan kaidah lainnya.
Finishing .- Informasi dan data estetis telah tersusun rapi, namun tetap masih kurang “wah” atau
kurang megah. Sama seperti bangunan, meskipun denahnya yang sesuai dengan
rencana, bentuknya unik tapi jika tidak ada keramik, batu alam, tanaman, teralis atau
pagar, maka bangunan terasa belum selesai / belum difinishing.
Bagitu pula Desain Grafis, agar tampilan lebih megah dan mewah perlu penambahan
detail berupa textur, efek, cahaya dan bentuk – bentuk harmonis. Dalam hal efek,
software ang baik digunakan adalah Adobe Photoshop dan Adobe After Effectc
bahkan3DStudioMax.
Desain Grafis sebagai konsep pemecahan masalah
1. Desain sebagai pemecahan masalah
Bagian penting dari proses desain berkaitan dengan mengatasi kreatif, praktis atau
ekonomi hambatan. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sering, masalahnya
itu adalah sulit bagi kita namun ada suatu perasaan bahwa sesuatu yang kita kerjakan akan tidak beres dengan desain. Pemecahan masalah melibatkan bekerja melalui
berbagai elemen desain dan tidak hanya membuat asumsi seperti apa masalahnya.
2. Makro dan mikro masalah
Masalah makro adalah mereka yang mempengaruhi gambaran besar, seperti strategi
produk secara keseluruhan. Di sisi lain, Masalah mikro lebih kecil dalam skala dan
mempengaruhi spesifik elemen dalam strategi. Masalah yang berbeda membutuhkan
solusi yang berbeda dengan berbagai keterampilan set diperlukan. Bagaimana untuk
menghasilkan sebuah buku yang rumit tampilan nya dalam batas tertentu atau jumlah
halaman tertentu merupakan latihan yang berbeda dari menciptakan sebuah karya
baru, meskipun keduanya dilakukan oleh desain disiplin. Desain merupakan salah satu
unsur makro gambar dan merupakan fungsi yang duduk di samping produk
pengembangan, periklanan, pemasaran, hubungan masyarakat, produksi dan
distribusi. Beberapa klien mungkin berpikir desain yang dapat memecahkan setiap
masalah, namun pada akhirnya, desain tidak bisa memperbaiki apa yang pada
dasarnya bukan merupakan masalah desain.
3. Pertanyaan bukan jawaban
Seringkali, masalah desain bukan apa yang kita pikirkan pada awalnya dan itu
seringkali ide yang baik untuk mulai dengan mempertanyakan masalahnya. Jadi
mudah untuk menganggap bahwa desain adalah jawaban untuk memecahkan
Masalahnya, namun hal ini mungkin berarti bahwa sebuah pertanyaannya sudah
ditanyakan dan ketika gilirannya menjawab. Dalam kasus iklan, mungkin ada
beberapa cara untuk meningkatkan penjualan produk. Salah satunya adalah untuk
mendesain ulang gambar yang visual atau iklan, tapi ini bukan satu-satunya cara.
Masalah sebenarnya mungkin bahwa produk tidak memenuhi persyaratan target
penonton dan malah mungkin memerlukan reposisi dalam pasar daripada mendesain
ulang. Karena ada lebih dari satu solusi untuk masalah, ada juga seringkali lebih dari
satu pertanyaan yang perlu ditanyakan. Ini mungkin terjadi bahwa seorang klien yang
terlibat suatu desainer untuk memecahkan masalah tidak mungkin telah meminta
sendiri pertanyaan yang tepat untuk memulai.
Proses Desain Grafis pada Pembuatan Animasi
1. Storyboard
Dalam storyboard, seorang animator membuat alur cerita dari awal sampai penting.
Pembuatan storyboard sangatlah penting untuk proses selanjutnya ketika produksi, apalagi
jika pembuatan animasi dilakukan secara berkelompok. Pembuatan storyboard selain
mengenai alur cerita, tapi juga mengenai ekspresi ketika beradegan, komunikasi dalam
bentuk apapun, dan juga detil-detil lain yang bersifat menjelaskan jalannya cerita.
Storyboard yang bagus akan berpengaruh pada efektifitas pembuatan animasi secara
keseluruhan, penting!
2. Desain karakter
Setelah alur cerita sudah dibuat, karakter yang bermain di dalamnya harus mulai dibuat.
Seperti disebutkan diatas, ekspresi menjadi penting bagi sebuah karakter. Seringkali
animator melakukan pengambilan gambar dengan video untuk melihat refeerensi ekspresi.
Tipsnya adalah, pastikan setiap ekspresi atau sikap dapat tergambar jelas, antara kalian
ambil gambarnya sendiri atau mencari referensi ekspresi atau kegiatan serupa melalui
Youtube.
3. Masa Produksi
Dalam masa produksi, banyak yang perlu dilakukan. Yang pertama adalah membuat frame
kunci dan in between. Frame kunci (keyframe) adalah gambar sketch yang berisikan
gambaran besar suatu cerita, sedangkan in between adalah penyempurnaan gambar
keyframe dengan menambahkan gerakan objek dalam cerita tersebut. Setelah gambar
sudah jadi di komputer, maka proses selanjutnya adalah melakukan pewarnaan pada
objek-objek dalam setiap frame.
Sumber : http://srini.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/73037/4.+Proses%26Teknik+MendesainModelGrafik.pdf

Komentar
Posting Komentar